#12Mei
Reblog this
Posted 6 days ago

Perjuangan terus berlanjut
Reblog this
Posted 6 days ago


Reblog this
Posted 1 week ago


Reblog this
Posted 1 month ago

4

Hari minggu tanggal 14 april. Hari banyak sekali yang gue dapet tapi sayangnya semuaanya hal hal yang paling gue benci, semuanya bad paaradigm. Hari ini berawal dari pertanyaan gue ke orang tua gue yang berbunyi “ade di tawarin posisi di organisasi kampus lagi” ini pertanyaan klasik yang gue selalu tau tanggapannya akan seperti apa..  Dan ternyata bener pas gue dapet sebuah respon yang berbunyi ” alah buat apaasih, cepet2 lah lulus dengan ipk yang bagus” intinya masih banyak kata2 yang keluar dan gue hanya senyum dengan mimik muka yang sombong hahaha. Bukan masalah di organisasinya cuman gue selalu berpikir dimana kebebasan yang bisa gua ambil untuk hidup gue, kenapa segala hal yang gue jalanin di hidup gue selalu di anggap remeh layaknya tiada support dari lingkungan gue yang semestinya bisa nge backup gue abis2an. Apa ini demokrasi, apa ini yang di sebut HAM. Walaupun gue percaya maksud dari mereka adalah baik untuk kelancaran perkuliahan gue tetapi mereka ga tau seperti apa kondisinya sekarang dan hal yang gue tangkap sekarang cuman…. Mereka selalu menganggap remeh segala sesuatu hal positif yang gue jalanin. Rasional aja, di umur yang mau menginjak 20 tahun seharusnya mereka udah percaya sama apa yang gua pilih untuk nempuh masa depan, dan kenapa mereka harus percaya? Menurut gue didikan mereka udah di atas 50% berhasil dikarenakan kepribadian gue yang ga aneh atau nakal layaknya pemuda yang narkoba banhkan lebih buruk dari itu, dan gua pun selalu tergambar dengan jelas apa masa depan gue yang nantinya gue tuju. Jadi kenapa mereka masih ragu? Seharusnya mereka hanya mengontrooll apa yg gue jalanin bukannya malah seperti dalang yang memainkan wayangnya. Jujur gue sangat kecewa apa yang gue rasain, seakan-akan apa yang gue jalanin sekarang hanyalah nol besar bahkan mentok dikarenakan mereka orang tua yang ga bisa gue lawan.
Akhirnya dengan kebiasaan yang seperti ini gue merasa ga nyaman di lingkungan terdekat gue, lingkungan yang bisa memberi gue materi bahkan segalanya, cuman ini semua gara2 kenyamanan, seharusnya mereka bisa mengerti apa keinginan para pemuda-mudanya bukannya menggambarkan masa lalu sebagai penyesalan yang menjadi pengarus besar. Itu kenapa gue lebih nyaman ketika gue beradadi external lingkungan gue, yaitu temen2 gue semua sahabat gue semua “keluarga” gue yg maksudnya sahabat yg udah gue anggap keluarga. Mohon di garis bawahi kenapa gue nyaman sama mereka, hal ini bukan berarti gue pemuda yg ga punya tujuan atau antah berantah, malah ketika gua sama mereka gue bisa menhirup pembelajaran dunia secara luas, meneerawang pemikiran yang meluas, pembelajaran yang begitu berarti. Tanpa mereka gue bukan apa2, gue begitu banyak belajar dalam hal positif sama sahabat atau “keluarga” gue. Seandainya keluarga internal gue bisa seperti ini alangkah indahnya 1 pemikiran dan satu komando ga akan sulit apa yang gue akan tempuh. Ini semua demi masa depan gue jadi kenapa para orang tua yang ada di luar sana dan para semua orang tua yang memiliki pemuda-muda seperti saya yang memiliki pemuda yang sudah bisa belajar akan apa itu hidup dan masa depannya mesti takut? Percayalah ketika mereka sudah punya pemikiran yang bagus seperti ini tidak usah takut :) 
Its about paradigm 


Reblog this
Posted 1 month ago

3

Assalamualaikum, salam sejahtera semuanya.

Malem ini sebenernya cuman mau iseng iseng aja, ga ada patokan juga untuk nulis mau bahas apa, paling nulis apa yang keluar dari pikiran aja walaupun ga jelas haha :D
Akhir akhir ini sebenernya gue lagi bingung “Lagi”, gue merasa ilmu yg selama ini gua dapet belom ada apa apanya, ini gua rasain ketika gue ambil sebagai wakil ketua sebuah acara yang gue geluti selama ini, emang sih acara yg gua buat ini acara yg paling menegangkan makanya gue ga bisa main2 untuk buat acara ini, ga semata mata kaya EO doang, acara ini lebih terasa akan sebuah kepentingan kepentingan hehe. Acara gue sebulan lagi dan alhamdulillah semua rencana udah jalan 50% semua cuman tergantung proposal gitu deeeeh. Nah yg gue bingungin gue kaya orang buta akan semuanya ketika gue di tunjuk untuk wakil pemimpin anggota2 gue, gue merasa masih kacau balau banget. Bahkan gue belom paham akan acara gue ini secara matangnya. Bener2 ga bisa mikir untuk acara ini ga tau kenapa tapi walaupun begini jalannya gue tetep profesional dan selalu bertanya tanya ke orang orang yang paham dan gue anggep ini pengalaman hehe.

Gua takut mengalamin kejenuhan, seandainya jenuh Pasti gue udahan untuk semuanya dan karir gue ga gue lanjutin, ini bener cobaan banget buat gue. Seakan akan gue merasa di tusuk dari belakang di omongin dari belakang semua guncangan atau serangan batin selalu gue rasain. Bener bener awal tahun yang ga enak, ga seperti tahun kemaren yang selalu di pandang hehe.
Itu semua cuman paradigma dan gue selalu meyakinkan kalo gue bisa sukses dan gue tau sukses ini untuk siapa.. Tunggu.. Semoga Allah masih kasih gue waktu amin


Reblog this
Posted 1 month ago

ORGANISASI REFLEKTIF-KONSTRUKTIF DALAM MENGUBAH PARADIGMA ORGANISASI MAHASISWA

sayuraseum:

           Mahasiswa adalah calon intelektual atau cendikiawan yang merupakan bagian dari lapisan masyarakat. Pada masa-masa ini, mahasiswa memiliki kecenderungan berpikir lebih kritis dan peka terhadap peristiwa-peristiwa yang berlangsung. Suroso berpendapat bahwa mahasiswa disarankan untuk berperan aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Hal ini diharapkan dapat menyalurkan kekritisan dan aspirasi-aspirasi mahasiswa tersebut.

            Menurut James D. Mooney, organisasi merupakan suatu bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama. Dalam hal ini kaitannya adalah organisasi dapat menjadi suatu wadah bersatunya mahasiswa dalam menyalurkan kekritisan dan aspirasi-aspirasi seperti yang telah dipaparkan sebelumnya. Fungsi dari organisasi kemahasiswaan dalam tatanan sosial adalah diharapkan dapat mewujudkan dan menjaga keberadaban sistem di Indonesia.

Read More


Reblog this
4 notes - Posted 2 months ago

2

Hidup ini seperti apa? Kenapa sekarang saya merasakan bahwa saya sudah bosan akan realita hidup-hidup ini, padahal belom ada sesuatu yang saya buat sangat luar biasa seperti parah tokoh-tokoh hidup, saya hanya merasa bosan akan hidup saya karena dari dulu hingga sekarang saya terus berjalan di garis visi&misi hidup saya yang begitu keras. Apa ini hanya perasaan sesaat apa mutlak, yang jelas saya merasa tidak peduli dengan sekeliling saya karena mereka tidak akan bisa membuat diri saya berada di atas pucak. Kegundahan hati ini benar-benar membuat saya hampa. Saya yakin di golongan yang saya tekuni sekarang ini akan ada calon pengganti yang akan bisa di bilang “otak” dan dia bisa bertanggung jawab akan semuanya, percayalah dalam apapun anda semua berada dan menekuni sesuatu anda benar-benar harus “gila” mempelajarinya


Reblog this
Posted 2 months ago

1

Begitu banyak orang-orang pintar di negeri ini, tetapi kenapa hanya orang-orang yang punya mental luar biasa dan mau bertindak untuk merubah dan membangun bangsa ini, kemana orang-orang pintar yang bangsa ini miliki, kenapa dari mereka hampir tidak memiliki jiwa yang bermental luar biasa utuk memajukan bangsa ini. Apa mereka merasa tidak di hargain oleh bangsa ini, kenapa mereka orang pintar ini selalu berfikir kesana? Apa ini menjadi budaya di bangsa ini? Bapak bj habibie pernah berkata bahwa bangsa ini bisa terbang kemana saja dan bisa berdiri mandiri demi kejayaan, seandainya orang-orang pintar itu banyak yang memiliki hati seperti bapak bj habibie, alangkag indahnya kemajuan negara ini, mereka bisa membantu orang-orang yang tidak pintar tetapi memiliki jiwa yang sangat luar biasa dalam keinginannya untuk memajukan bangsa ini dan tanpa memikirkan ego atau kepententingan tertentu.

Wahai orang-orang penerus bangsa, anda harus ingat. Tanpa soekarno negara ini tidak akan bisa merdeka tetapi kenapa kalian begitu menghujat beliau dengan keterlibatannya dalam PKI. Tanpa soeharto bangsa ini juga tidak akan bisa maju dan mempunyai teknologi yang pesat, tetapi kenapa kalian terus saja membahas polemik kekacauan ekonomi, korupsi pada saat 1998. Tanpa bj habibie indonesia juga tidak akan bisa maju seperti sekarang, para pers tidak akan bisa bebas dan tidak ada pelajaran dr teknologi pesawat yang bisa di evaluasi untuk indonesia selanjutnya tetapi kenapa kalian terus berpikiran bahwa beliau antek-antek soeharto dalam kasus korupsi. Tanpa gusdur juga indonesia bukanlah apa-apa terutama untuk warga china yang diberi kenyamanan tanpa adanya diskriminasi tetapi kenapa kalian hanya terus mengingat kekurangan dari bapak gus dur. Tanpa ibu megawati juga indonesia tidak akan seperti sekarang, yang selalu meng aspirasikan suaranya untuk rakyat kecil, tetapi kalian kenapa hanya mengingat kejelekan dari ibu megawati yang ketidak becusan dalam mengurus negara ini. Dan satu lagi tanpa presiden kita yang sekarang bapak susilo bambang yudhoyono indonesia bukanlah apa-apa per ekonomian idonesia tidak akan maju seperti sekarang dan lain-lain, tetapi kenapa kalian ingin menjatuhkan rezim beliau seperti pemimpin sebelum-sebelumnya, ketika di periode kedua sekarang banyak yang tidak setuju dengan posisi beliau begitu banyak kritikan. Tetapi dunia telah banyak memberi penghargaan untuk beliau. Wahai manusia atau rakyat indonesia lihatlah dari sisi baik yang mereka pernah abdikan untuk bangsa ini, jangan bersikap membabi buta untuk terus mengkritik tanpa mencari solusi.

Wahai indonesiaku saya yakin kelak nanti engkau bisa terbang tinggi dan berdiri mandiri dengan generasi-generasi mu yang memiliki jiwa luar biasa dan mau bertindak dan mempunyai akal yang pintar dan paradigma yang luar biasa baiknya #Paradigm


Reblog this
Posted 3 months ago

Lucu

Sangat lucu sekali dalam negeri ini ya negri indonesia. Begitu banyak yang indah tetapi begitu banyak orang2 yang buruk, gue ga tau ini budaya atau sikap-sikap mental yang dibentuk sejak turun temurun, melihat acara mata najwa malem ini tentang mafia bola gue cuma bisa ketawa “hahaha indonesia gila”. Kasus korupsi dimana-mana bahkan sampai lembaga2 dimana itu bukan ranah eknomi atau politik tetapi di bagian olah raga, sejak kecil kita ber olah raga dengan asik dan senang hanya memikirkan kesenangan dan keringat yang banyak, tetapi para pemimpin generasi tua kita ini merubah suasana itu benar2 gila, ber olahraga demi uang yang di suap, sangat jelas kita tidak merasakan hal2 masa kecil kita yang hanya memikirkan kesenangan tapi sekarang memikirkan kasus2 yang bersifat politik #Indonesia #PSSI #SepakBola #Paradigm


Reblog this
Posted 3 months ago


Reblog this
1 note - Posted 3 months ago

Rapsodia

Pukul 12 siang hari sabtu januari 2013. Semua kegelisahan terasa memuncak, bener2 ga ada yang biasa membuat gue terinspirasi, untuk memikirkan langkah selanjutnya aja pun gue bingung sangat bingung. Mau gimana lagi hidup gue, gue mau apa lagi? Walaupun gue yakin belom begitu banyak yang gue raih, tapiii begitu jenuhnya siang ini, sangat menerpa jiwa yang sedang diam tapi semua bergoyang. Gue pun sempet bertanya ke temen gue “hidup gini2 aja, yang enak gimana ya?” . Dimana titik kegelisahan ini berada dan apa sebab dari ini semua? Sempet terlintas di otak gue bahwa kesimpulan dari kegelisahan rapsodia kehidupan ini adalah “menjalankan terus menerus hal yang sama dalam tiap harinya”, dulu mendiang gie juga pernah berada di posisi seperti ini ketika ia bosan atas semua yang ia jalankan dengan menulis kritikan, dia merindukan kenang2an yang lama. So? Gue apa?! Kegiatan yang gue suka selama ini ternyata bisa ngebuat diri gue dalam zona yang begitu menggelisah bingung. Apa salah kalo nantinya gue akan memilih untuk diam sesaat hanya kurung beberapa waktu? Saya hanya butuh hal yang menginspirasikan atas dasar kehidupan saya, agar gue ga ngerasain kehidupan yang hambar!


Reblog this
Posted 3 months ago

:)

Bismillah

Gue tau, gue adalah penulis yang payah. ga ngerti caranya menulis cuman gue inget kata lord hedeyosi kaisar jepang pada era-nya, menulis ga perlu indah yang terpenting menulis dari hati yang ingin di lontarkan, kurang lebih seperti itu.

Akhir-akhir ini gue terus mengalami gundah dalam pikiran atau hati, ini bukan permasalahan cinta semata-mata tapi permasalahan kehidupan yang mencangkup keseluruhannya. sangat susah buat gue untuk ngeluarin apa yang ada di otak gue untuk di lontarkan sebagai kata-kata yang jelas gue mencoba untuk menjelaskan.

gue terus mencoba mikir kehidupan gue sudah sampai mana, apa yang gue dapet sudah gue lakukan dalam bentuk apa. gimana hubungan keluarga, gimana hubungan pendidikan gue, gimana hubungan hati gue. semuanya ga bisa gue deskripsikan secara jelas tapi gue selalu berjalan atas pikiran yang gue yakini sampai-sampai yang gue yakini di anggap sifat yang begitu “ambisius” tetapi semua gue jalanin atas dasar niat yang tulus.

gue mau membahas dari segi dunia gue (karir,pengembangan diri,pendidikan). gue mahasiswa dari universitas trisakti di jurusan manajemen semester 3 saat ini. awalnya gue kuliah cuman fokus untuk belajar jadi wirausaha dan berpolitik tapi saking bodohnya gue ga tau jurusan FISIP di universitas manapun. yang gue tau hanya ekonomi. akhirnya gue masuk di trisakti gara2 gue ga masuk negri, oke lupakan soal negri atau swasta. yang jelas gue sangat nyaman sekarang berada di sebuah universitas ini, ga ada lembaga yang jelek jaman sekarang karena semua di bangun oleh system yang begitu punya visi misi luar biasa. dan selama gue berada di dunia kampus memang begitu berat dalam segi akademis, emang gue ga begitu suka akademis yang bersifat teoritis. dan gue di perkenalkan oleh sebuah lembaga organisasi mahasiswa yaitu himpunan. dan akhirnya pikiran berpolitik gue bisa gue salurkan disini begitu banyak kisah lika liku yang gue ga bisa ceritain disini, ini sangat rumit kecuali anda memang pernah merasakan lingkungan ormawa. gue snagat nyaman sekali berada disini begitu banyak pembelajaran yang luar biasa bahkan kenalan relasi2 yang bisa buat gue belajar. gue mulai sering2 baca buku rekomended. yang gue pernah baca adalah buku soe hok gie, anak singkong buku nya chairul tanjung, buku merry riana mimpi sejuta dollar, dan sekarang bukunya swordless samurai yang begitu bagus!. tapi yang gue masih kagumkan adalah soe hok gie, orang yang sangat luar biasa dalam negri ini dalam kritikannya, ber argument politisi yang begitu pedas gue sangat terinspirasi. ya memang sekarang2 gue lebih sering mencari inspirasi. gue ingat betul kata2 mendiang soe hok gie yang berteriak sedemikian “hingga akhir ini harapan soe tentang pemerintahan indonesia yang bersih dari korupsi dan kehidupan politik yang tidak berpihak pada golongan,ras/agama belum terwujud” ini yang selalu gue camkan di otak gue. sekarang begitu banyak lembaga2 yang selalu membawa golongan begitu piciknya mereka, mereka tidak pernah mengatakan benar ketika itu memang benar terutama untuk rakyat yang tidak mengerti apa2. oke segitu dulu untuk menjelaskan soe hok gie. gue selalu bersikap seperti itu dalam pembelajaran gue selalu mengikuti hal2 yang membuat gue inpirasi. mungkin ini dulu yang bisa gue ceritakan tentang dunia kampus gue di dalam ormawa/politik kampus. gue sangat enjoy walaupun banyak yang bilang politik itu keras.

Lanjut ke urusan hati, jujur gue butuh sekali pendamping hidup walaupun gue pernah menemukan orangnya tapi tuhan berkata lain gue ga di persatukan oleh nya. entah kenapa di umur sekarang dengan kegiatan gue yang sekarang gue butuh banget pendamping hidup.. di masa kuliah ini gue bener2 pengen punya pasangan yang bisa ngejalanin semuanya dengan kedewasaan, tanpa bersikap seperti anak2 pada dasarnya itu hanya sikap yang bodoh untuk umur sekarang. gue akuin sekarang gue adalah orang yang pemilih, terserah orang menilai seperti apa yang jelas gue punya alasan tertentu. gue sangat susah untuk mengKLOPkan pilihan gue, sekalinya gue udah klop gue bakal kejar abis2an dengan menilai dari sisi kebaikan dll yang menurut kriteria gue. yah jujur sampe sekarang gue masih suka memikirkan orang yang dulu gue pernah kejar itu begitu sangat susah untuk dilupakan karena gue udah memilih “pilihan” gue dengan matang. dan untuk sekarang gue ga bisa berbuat apa2 karena sudah ada perjanjian dalam diri gue. gue hanya bersikap netral agar dia tau dan merasakan posisi gue dahulu. walaupun gue masih suka carai informasi dia dll tapi cuman sebatas itu doang. gue cuman bisa memohon kalo emang jodoh ya gue yakin kita bakal di pertemukan lagi dan kalo tetep ga jodoh gue bakal merasakan pahitnya ketika gue denger kabar dia sudah punya orang lain. gua sangat menunggu moment ini untuk tahu kedepannya. sangat absurd untuk di pikirkan, semakin di pikirkan semakin terasa ga peting rasanya. gue yakin masih banyak hal yang lebih penting di karir gue jadi untuk permasalahan ini gue pikir ketika gue sendiri atau ketika gue santai2 ga ada kerjaan. mungkin yang cuman bisa gue sampaikan saat ini yaitu “hei sampai sekarang rasa sayang ini ga bisa dihapuskan tetapi saya tidak mau bertindak seperti dulu, saya hanya ingin bersikap netral untuk anda menilai, untuk anda merasakan, untuk anda berpikir” semoga harapan itu masih ada. (AO)


Reblog this
Posted 3 months ago

#BlooLagoon
Reblog this
Posted 8 months ago


Reblog this
Posted 8 months ago